Profil Anda Lolos Kualifikasi, tapi Selalu Ditolak pada Proses Interview?


Kandidat dengan kualifikasi mumpuni bukan jaminan ia akan dipilih oleh rekruter. Ada standar yang dimiliki rekruter ketika meng-hiringseseorang. Oleh karena itu, ada beberapa pertimbangan yang perlu dipikirkan pencari kerja yang selama ini selalu ditolak pada proses interview. Bila Anda salah satu yang acap mengalaminya, yuk simak beberapa poin berikut yang bisa Anda pertimbangkan.

Anda Punya Kualifikasi, tetapi Membosankan


Anda sudah puas dengan semua jawaban yang Anda berikan pada sesi wawancara. Tidak ada kesalahan besar yang Anda lakukan. Tapi, Anda gagal memenangkan hati sang rekruter. Apa penyebab Anda ditolak pada proses interview?
Jawaban Anda mungkin tidak ada salah, namun itu semua belum cukup. Anda harus ingat bahwa rekruter seringkali mewawancari beberapa kandidat. Jika Anda membosankan sepanjang proses wawancara, maka Anda tidak akan diingat oleh rekruter.
Memang ada pelamar kerja sangat ramah, tetapi ia tidak memiliki keterampilan teknis tertentu, ia perlu membangun skill itu untuk melengkapi aplikasinya. Di sisi lain, Anda punya pengalaman tetapi tidak memiliki chemistryyang baik dengan rekruter.
Cara terbaik untuk mengatasi masalah ini adalah berlatih. Jangan hanya melatih mengenai apa yang akan Anda katakan. Ajaklah teman Anda untuk berlatih bersama-sama. Minta teman Anda untuk menunjukan kesalahan Anda, misalnya saat Anda berbicara dengan kaku, bertele-tele, atau mulai terdengar membosankan. Dengan begitu, Anda akan lebih siap menghadapi interview.

Anda Memenuhi Kualifikasi, tetapi Kemampuan Interview Minim


Apakah Anda mengenal seseorang yang sangat pintar, tetapi karena alasan apapun, ia ditolak pada proses interview? Bisa jadi, ia merasa gugup, terkurung, dan mudah tersedak. Hal ini biasa terjadi saat interview.
Bisa jadi Anda masuk dalam kualifikasi yang dicari, namun ketika mejawab pertanyaan menjawab pertanyaan interview, kata-kata Anda belibet, menjelek-jelekan mantan bos dan rekan kerja, atau bahkan mengajukan pertanyaan tanpa riset terlebih dulu.
Solusinya, Anda perlu mengasah skill interview. Bila Anda sudah seringkali melakukan interview dan tetap ditolak bekerja, bisa jadi Anda melakukan kekeliruan tanpa Anda sadari. Anda dapat memulai langkah-langkah berikut ini:
  • Baca panduan wawancara utama, ini menyangkut semua aspek persiapan.
  • Tanyakan pada diri Anda apakah ada momen tertentu yang membuat Anda bingung saat wawancara kerja? Apakah Anda merasa tidak nyaman saat negosiasi gaji? Apakah Anda tidak yakin untuk menjawab pertanyaan tentang apa kelemahan terbesar Anda, dan lainnya.
  • Setelah Anda dapat mengidentifikasi apa yang dapat dikembangkan, segera perbaiki.

Anda Memenuhi Kualifikasi, tetapi Terkesan Putus Asa



Jawablah jujur atas pertanyaan mengapa Anda menginginkan pekerjaan ini. Tapi, jangan terlalu detail dan lugu. Anda dapat mengatakan bahwa ini adalah perusahaan impian Anda. Atau, bagaimana Anda rela meninggalkan pekerjaan sebelumnya karena posisi kerja yang ditawarkan sekarang sesuai dengan passionAnda.
Jika Anda menganggap mempekerjakan Anda sebagai karunia, hal ini justru membuat manajer perekrut mengabaikan Anda karena perusahaan akan memilih orang dapat memberi sesuatu bagi perusahaan.
Solusinya, meskipun Anda sangat menginginkan pekerjaan di perusahaan tersebut, selalu ingat bahwa Anda juga memiliki keinginan kuat untuk melakukan sesuatu atau kontribusi nyata bagi perusahaan dengan memberi dukungan, melakukan inovasi agar berkembang bersama di perusahaan. Dengan begitu, Anda dapat memperlihatkan ketertarikan dan motivasi untuk bekerja, sekaligus bisa memberi kontribusi nyata bagi perusahaan.

Komentar