4 Pertanyaan Nego Gaji yang Tak Boleh Lupa Anda Sampaikan


Menegosiasikan gaji bisa jadi sebuah proses yang sangat mengintimidasi. Jika ini adalah apa yang Anda rasakan, Anda tidak sendirian. Sayangnya, proses ini juga sangatlah penting jika Anda ingin mendapatkan apa yang pantas Anda peroleh. Karena, tanpa negosiasi gaji, pihak perusahaan akan memberikan Anda nilai paling rendah dari rentang yang sebenarnya mereka toleransi untuk peran apa pun yang Anda miliki. Penting untuk memahami bahwa negosiasi gaji adalah bagian dari proses hiring yang sangat normal. Untuk bisa mendapatkan gambaran yang utuh mengenai nilai penawaran Anda dan apa yang bisa Anda dapatkan lebih, jangan lupa melemparkan berbagai pertanyaan nego gaji yang esensial. Berikut adalah contoh-contohnya.

Jangan Lupa Ajukan 4 Pertanyaan Nego Gaji Berikut!

“Bolehkah saya menegosiasikan penawaran ini?”


Pastikan Anda memulai pertanyaan nego gaji tersebut dengan kepastian bahwa tawaran tersebut sebenarnya bisa dinegosiasikan. Jika ternyata hanya beberapa bagian tertentu saja dari penawaran tersebut yang bisa dinegosiasikan, Anda jadi tahu dimana Anda bisa menargetkan energi Anda. Dan jika ternyata penawaran tersebut bisa dinegosiasikan, pahami dengan baik berapa rentang yang sebenarnya bisa Anda terima sebelum negosiasi itu dimulai. Jangan pernah datang ke sebuah negosiasi atau bahkan wawancara kerja biasa tanpa dipersenjatai hasil penelitian mengenai gaji rata-rata posisi yang tengah Anda lamar. Dari sinilah Anda bisa memulai menentukan nilai yang pantas bagi Anda.

“Selain gaji pokok, benefits apa saja yang bisa dinegosiasikan?”


Pertanyaan nego gaji terpenting berikutnya adalah mengenai tunjangan dan benefits lain yang ada dan apakah Anda bisa menegosiasikannya. Tunjangan ini bisa termasuk asuransi kesehatan, tunjangan transportasi dan akomodasi, bantuan untuk pendidikan dan pelatihan, cuti berbayar, biaya relokasi, waktu libur, dan lain-lain. Kenali benefits apa saja yang paling Anda butuh dan inginkan sebelum proses nego gaji dimulai sehingga Anda bisa memintanya pada saat negosiasi berlangsung. Selain itu, perhatikan juga berbagai benefits yang bentuknya lebih tidak pasti atau nyata seperti kesempatan untnuk menjalani jadwal yang fleksibel atau opsi untuk bekerja dari rumah. Hal-hal ini bisa Anda minta jika Anda ternyata tidak bisa menegosiasikan apa pun yang memiliki dampak moneter secara langsung.

“Bagaimana Anda menghitung jumlah ini?”


Cara lain untuk mengajukan pertanyaan nego gaji, alih-alih terang-terangan bertanya apakah penawaran tersebut bisa dinegosiasikan, adalah dengan tidak langsung mencari tahu apakah angka yang ditawarkan kepada Anda adalah sebuah angka yang pasti atau mungkin ada kemungkinan tambahan berdasarkan faktor-faktor tertentu. Temukan apakah jumlah tersebut adalah nilai penawaran standar untuk posisi Anda atau apakah angka itu dikalkulasi berdasarkan lamanya pengalaman, latar belakang pendidikan, atau kriteria-kriteria lain yang bisa jadi dasar untuk melakukan negosiasi.

“Seperti apa prospek kenaikan gaji atau jabatan dari posisi ini?”



Tak peduli apakah Anda bisa menegosiasikan gajinya atau tidak, sangat penting untuk tahu apakah di masa depan ada potensi kenaikan gaji atau jabatan yang menggiurkan. Kadang kala, jawaban mengenai hal ini bisa mengubah pandangan seseorang mengenai sebuah penawaran yang mungkin tidak memiliki prospek yang menggiurkan jika dinilai hanya berdasarkan gaji saja. Cari tahu dalam periode apa kenaikan ini bisa Anda kejar dan seberapa sering evaluasinya diadakan. Jangan lupakan juga untuk menanyakan metrik-metrik yang mempengaruhi keputusan kenaikan untuk tahu apakah ini adalah gol yang masuk akal bagi Anda.
Pertanyaan nego gaji di atas akan sangat membantu memperkuat posisi tawar Anda. Selamat bernegosiasi!


Komentar